CARA INSTALASI SQUID 3.X


Sebelum di mulai, terlebih dahulu sebaiknya NIAT dengan sungguh-sunggu, baca yang teliti, ikuti petunjuk dengan benar.
Siapkan pertalatan pembantu instalasi:

1. Notepad ++ 
2. Winscp 
3. putty

Langsung saja kita mulai, saya asumsikan ubuntu server sudah terinstall dengan baik di computer anda.

setiap perintah yang akan di masukan ke terminal putty saya kasih symbol “#”, jadi copy perintah setelah simbol “#”, untuk mempermudah. Baik kita mulai saja

1. Bikin user root
Jika user root sudah ada lewati langkah-1 ini tapi jika belum ada silahkan ikuti di bawah ini
Login sebagai user biasa( user pas install ubuntu)
Ketik # sudo su [enter]

Ketik pasword anda yang sudah di buat waktu instal ubuntu jika sudah. Lanjutkan perintah

Ketik # passwd [enter]

Enter new unix pasword: untuk pasword buat root
Retype new unix pasword: ulangi pasword root radi
Kalo sudah berhasil, kita lanjut ke tahap berikut

Ketik # cd [enter]


User root dan pasword sudah berhasil kita buat...skrang kita ke langkah-2, yaitu di inti dari tutorial ini, install squid 3.X di ubuntu server untuk di jadikan proxy.

2. Instalasi pendukung

Ketik # apt-get update -y [enter]

Ketik # apt-get install devscripts build-essential openssl libssl-dev fakeroot libcppunit-dev libsasl2-dev cdbs ccze libfile-readbackwards-perl libcap2 libcap-dev libcap2-dev -y [enter]

Ketik # apt-get install sysv-rc-conf -y [enter]

Instalasi pendukung sudah selesai, sekarang kita download squid dan compile/configure squid nya

3. COMPILE

Ketik # wget http://www.squid-cache.org/Versions/v3/3.5/squid-3.5.2-20150304-r13770.tar.gz [enter]

Ketik # tar xzvf squid-3.5.2-20150304-r13770.tar.gz [enter]

Ketik # cd squid-3.5.2-20150304-r13770 [enter]

Sekrang kita compile, copy seluruh scrip di bawah ini, tanpa kurang atau lebih:

./configure \
--prefix=/usr \
--bindir=/usr/bin \
--sbindir=/usr/sbin \
--libexecdir=/usr/lib/squid \
--sysconfdir=/etc/squid \
--localstatedir=/var \
--libdir=/usr/lib \
--includedir=/usr/include \
--datadir=/usr/share/squid \
--infodir=/usr/share/info \
--mandir=/usr/share/man \
--disable-dependency-tracking \
--disable-strict-error-checking \
--enable-async-io=32 \
--with-aufs-threads=32 \
--with-pthreads \
--enable-storeio=ufs,aufs,diskd \
--enable-removal-policies=lru,heap \
--with-aio \
--with-dl \
--enable-icmp \
--enable-esi \
--enable-icap-client \
--disable-wccp \
--disable-wccpv2 \
--enable-kill-parent-hack \
--enable-cache-digests \
--disable-select \
--enable-http-violations \
--enable-linux-netfilter \
--enable-follow-x-forwarded-for \
--disable-ident-lookups \
--enable-x-accelerator-vary \
--enable-zph-qos \
--with-default-user=proxy \
--with-logdir=/var/log/squid \
--with-pidfile=/var/run/squid.pid \
--with-swapdir=/var/spool/squid \
--with-large-files \

--with-openssl \
--enable-ltdl-convenience \
--with-filedescriptors=65536 \
--enable-ssl \
--enable-ssl-crtd \
--disable-auth

Lalu [enter]

Ketik # make [enter]

Tunggu sekitar 10-30 menitan

Ketik # make install [enter]

Ketik # make install-pinger [enter]

ketik # cd

Untuk tahap instalasi skrang sudah selesai, kita menuju ke langkah-4 configurasi squid nya

4. CONFIGURASI SQUID

Login proxy anda menggunakan winscp dan login dengan user root

Masukan file squid ke folder squid di directory /etc/init.d

Sekarang kembali ke terminal putty

Ketik # chmod 755 /etc/init.d/squid [enter]

Ketik # update-rc.d squid defaults [enter]

Ketik # /etc/init.d/squid stop [enter]

 Skrang kita tinggal masukan squid.conf dan store-id.pl nya
Pertama kita perlu hapus dulu isi squid.conf default bawaan installnya
Buka winscpnya, lalu di directory, /etc/squid/ buka file squid.conf... lalu hapus semua sisinya...caranya ctrl+a lalu delete

( squid.conf by rapani )
DOWNLOAD :
SQUID.CONF
STORE-ID.PL
SQUID

Masukan file squid.conf dan store-id.pl ke folder squid di directory /etc/squid

 Ketik # chown -R proxy:proxy /var/log/squid [enter]

Ketik # cd /var/log/squid [enter]

Ketik # touch access.log [enter]

Ketik # touch cache.log [enter]

Ketik # cd [enter]

Ketik # chown -R proxy:proxy /var/log/squid/access.log [enter]

Ketik # chown -R proxy:proxy /var/log/squid/cache.log [enter]

Ketik # chown -R proxy:proxy /cache [enter]

Ketik # chown -R proxy:proxy /etc/squid/store-id.pl [enter]

Ketik # chmod 777 /cache [enter]

Ketik # chmod 777 /etc/squid/store-id.pl [enter]

Ketik # cd /etc/squid [enter]

Ketik # mkdir ssl_cert [enter]

Ketik # cd ssl_cert [enter]

Ketik # openssl req -new -newkey rsa:1024 -days 365 -nodes -x509 -keyout myCA.pem -out myCA.pem [enter]

isi sesuai perintah Tekan enter terus sampe selesai

Ketik # openssl x509 -in myCA.pem -outform DER -out myCA.der [enter]

Ketik # cd [enter]

Ketik # mkdir /var/squid [enter]

Ketik # cd /var/squid [enter]

Ketik # mkdir ssl_db [enter]

Ketik # cd [enter]

Ketik # chown -R nobody /var/squid/ssl_db/ [enter]

Ketik # /usr/lib/squid/ssl_crtd -c -s /var/squid/ssl_db/certs [enter]

Ketik # chown -R proxy:proxy /var/squid/ssl_db/ [enter]

( penting )

 Untuk cache_dir sesuaikan, misal partisi cache sizenya 200gb hanya 70% saja yang di gunakan cache_dir contoh 150gb
Dalam penulisan berukuran MB, jadi misal 150gb di tulisanya
150000
Untuk DNS, gunakan gateway, misal IP proxy 192.168.2.2
Gateway (IP ehter di mikrotiknya) DNS nya samain dengan gateway..
Kalo sudah di rubah dan di sesuaikan, tekan ctrl+a ( copy semua isinya) lalu buka new tab baru di notepad++, lalu pastekan di tab baru tersebut edit di /etc/squid/squid.conf 

Selesai sudah...

Sekarang cek apakah ada yang error

ketik # squid -k parse [enter]

Kalo gak ada yang error kita lanjut

Ketik # squid -z [enter]

Ketik # /etc/init.d/squid restart [enter]

Terakir tinggal masukin scrip IP table

Ketik # nano /etc/rc.local [enter]

Copy semua scrip di bawah ini di atas “exit.0”

modprobe xt_TPROXY
modprobe xt_socket
modprobe nf_tproxy_core
modprobe xt_mark
modprobe nf_nat
modprobe nf_conntrack_ipv4
modprobe nf_conntrack
modprobe nf_defrag_ipv4
modprobe ipt_REDIRECT
modprobe iptable_nat
iptables -t mangle -F
iptables -t mangle -X
iptables -t mangle -N DIVERT
iptables -t mangle -A DIVERT -j MARK --set-mark 1
iptables -t mangle -A DIVERT -j ACCEPT
iptables -t mangle -A INPUT -j ACCEPT
iptables -t mangle -A PREROUTING -p tcp -m socket -j DIVERT
iptables -t mangle -A PREROUTING ! -d 192.168.50.2/24 -p tcp --dport 80 -j TPROXY --tproxy-mark 0x1/0x1 --on-port 3129
iptables -t mangle -A PREROUTING ! -d 192.168.50.2/24 -p tcp --dport 443 -j TPROXY --tproxy-mark 0x1/0x1 --on-port 3127


/sbin/ip rule add fwmark 1 lookup 100
/sbin/ip route add local 0.0.0.0/0 dev lo table 100


echo 0 > /proc/sys/net/ipv4/conf/lo/rp_filter
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward


(TULISAN BERWARNA MERAH GANTI DENGAN IP PROXY ) 

 


Sekrang reboot PC proxynya

Ketik # reboot [enter]

Cek apakah ada error

Ketik # squid –k reconfigure [enter]

SELESAI......................
Sumber: http://www.silfalink.wc.lt/2015/02/cara-instalasi-squid-3x.html

Instalasi-Squid-Lusca-Proxy-di-Ubuntu-Server-1204-LTS no proxy detected


Instalasi Squid Lusca

1. Pertama-tama pastikan bahwa si Proxy kalian ini sudah bisa terkoneksi ke internet. Silahkan diatur saja settingan gateway dan dns sesuai dengan skema jaringan milik kalian. Kalau topologi jaringan saya adalah sebagai berikut :

internet --------------------------------(10.0.0.2)mikrotik(192.168.1.1)--(192.168.1.2-192.168.1.100) client
(192.168.0.1)
|
|
(192.168.0.2)
 proxy

2. Aktifkan user root agar nanti tidak terlalu ribet menggunakan sudo di setiap perintah yang kalian lakukan. Langkah ini sebenarnya opsional saja, karena walaupun tidak mengaktifkan user root, kalian masih bisa melakukan semua langkah-langkah instalasi Squid Lusca-nya.

Untuk mengaktifkan user root silahkan eksekusi perintah berikut :

$ sudo -i
# passwd

Lalu masukkan password baru untuk user root.

3. Langkah kedua, kalian perlu menaikkan jumlah maksimal file descriptor yang bisa dibaca oleh sistem. Ini sangat diperlukan apabila ukuran cache kalian sudah diatas 100GB, karena semakin besar ukuran cache, maka semakin besar pula kebutuhan file descriptornya.

Untuk menaikkan file descriptor, eksekusi perintah berikut :

# nano /etc/security/limits.conf

Pada bagian paling bawah file tersebut tambahkan script ini :

root  -  nofile  65535

Setelah itu restart komputer :

# reboot

Setelah komputer direstart, pastikan bahwa efeknya sudah berjalan :

# ulimit -a | grep 'open files'
open files   (-n) 65535

4. Selanjutnya kita harus menambahkan modul ip_conntrack agar performa squid semakin baik :

# nano /etc/modules

Pada baris paling bawah tambahkan :

ip_conntrack

Simpan jika sudah.

5. Langkah berikutnya adalah menginstall paket-paket yang diperlukan untuk menginstall Lusca :

# apt-get update
# apt-get install apache2 php5 squid squidclient squid-cgi gcc build-essential sharutils ccze libzip-dev automake1.9 libfile-readbackwards-perl -y

6. Setelah itu download juga paket Luscanya :

# wget http://backcode.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2

7. Setelah proses download selesai, ekstraklah file tersebut :

# tar -xvjf LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2

8. Sekarang baru kita masuk ke dalam tahap pengkompilan. Sebelum itu, kalian harus mengetahui terlebih dahulu kode CFLAGS dari tipe prosesor kalian. Karena kode CFLAGS ini kita perlukan untuk proses pengkompilan.

Ketahui terlebih dahulu tipe prosesor kalian dengan mengetikkan perintah berikut :

# cat /proc/cpuinfo

Perhatikan bagian yang kira-kira ada seperti ininya :

processor : 0
vendor_id : GenuineIntel
cpu family : 6
model : 37
model name : Intel(R) Core(TM) i3 CPU       M 380  @ 2.53GHz

Setelah kalian mengetahui tipe prosesor kalian, baru cari CFLAGS nya dari web ini http://wiki.gentoo.org/wiki/Safe_CFLAGS atau web ini http://gentoo-en.vfose.ru/wiki/Safe_Cflags/Intel#Core_i7_and_Core_i5.2C_Xeon_55xx khusus untuk intel Xeon.



Dari situ kalian bisa dapatkan kode yang kira-kira seperti ini (yang ini merupakan CFLAGS untuk Processor Intel Core i3) :

CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-O2 -pipe -march=core2 -msse4 -mcx16 -mpopcnt -msahf -fomit-frame-pointer" CXXFLAGS="${CFLAGS}"

Silahkan kalian kopi, lalu simpan baik-baik. Kode ini akan kita perlukan untuk langkah selanjutnya.

9. Yuk kita mulai proses kompilnya :

# cd LUSCA_HEAD-r14809
# make clean
# CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-O2 -pipe -march=core2 -msse4 -mcx16 -mpopcnt -msahf -fomit-frame-pointer" CXXFLAGS="${CFLAGS}" \
./configure -prefix=/usr -exec-prefix=/usr -bindir=/usr/sbin -sbindir=/usr/sbin \
-libexecdir=/usr/lib/squid -sysconfdir=/etc/squid -localstatedir=/var/spool/squid \
-datadir=/usr/share/squid --enable-gnuregex --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 \
--with-pthreads --with-aio --with-dl --enable-storeio=aufs,null \
--enable-removal-policies=heap --enable-icmp --enable-delay-pools --disable-wccp \
--enable-snmp --enable-cache-digests --enable-default-err-language=English \
--enable-err-languages=English --enable-linux-netfilter --disable-ident-lookups \
--with-maxfd=65535 --enable-follow-x-forwarded-for --enable-large-cache-files \
--with-large-files --enable-referer-log
# make
# make install

nb : pada script yang saya tandai merah, kalian ganti dengan kode CFLAGS milik kalian masing-masing.

Jika tidak ada pesan error, maka sampai tahap ini squid lusca kalian sudah berhasil terinstall.

10. Selanjutnya kalian harus mengganti hak akses partisi penyimpanan cache kalian agar menjadi kepemilikan user proxy dan grup proxy :

# chown -R proxy.proxy /cache1
# chmod -R 777 /cache2

11. Buat juga direktori untuk penyimpanan file log dari si Squid :

# mkdir /var/log/squid

Jangan lupa ganti kepemilikannya menjadi milik user proxy dan grup proxy juga :

# chown -R proxy.proxy /var/log/squid

12. Untuk file-file konfigurasi milik squidnya, saya sudah menyiapkannya untuk kalian. File-file konfigurasi ini saya dapatkan dari trit ubuntu-indonesia.com juga. Silahkan didownload saja :

# wget https://dl.dropboxusercontent.com/u/64064946/fileconfig.tar.gz

13. Ekstrak dan kopikan file-file konfigurasi tersebut ke direktori /etc/squid :

# tar -xvf fileconfig.tar.gz
# cp fileconf/* /etc/squid

14. Beri hak akses eksekusi untuk semua file berekstensi .pl pada direktori /etc/squid :

# chmod 777 /etc/squid/*.pl

15. Dari semua file-file konfigurasi yang saya berikan hampir semuanya sudah tinggal pakai. Namun apabila kalian ada yang menggunakan konfigurasi yang berbeda dari punya saya, seperti subnet klien, nama disk cache, besar RAM, maupun ukuran harddisk disk cache, maka ada beberapa file yang perlu kalian edit.

Merubah subnet klien

Sesuai dengan topologi jaringan saya berikan diatas, subnet untuk klien saya adalah192.168.1.0/24. Jika kalian ingin merubahnya sehubungan dengan perbedaan topologi jaringan, maka edit file acl.conf :

# nano /etc/squid/acl.conf

Cari baris acl localnet src 192.168.1.0/24 (Gunakan fasilitas search dengan menekan tombol CTRL + W). Lalu ganti bagian 192.168.1.0/24 sesuai dengan yang kalian inginkan. Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.

Merubah nama disk cache

Pada artikel ini, disk cache yang saya buat bernama /cache1. Apabila kalian menggunakan nama lain, silahkan edit file squid.conf :

# nano /etc/squid/squid.conf

Cari bagian cache_dir aufs /cache1 16000 37 256 , lalu ganti bagian /proxy menjadi nama disk cache sesuai dengan milik kalian masing-masing.

Mengubah ukuran disk cache

Ukuran harddisk untuk disk cache pada artikel ini adalah sebesar 20GB. Untuk mengubahnya sesuai dengan ukuran disk cache kalian, edit file /etc/squid/squid.conf :

# nano /etc/squid/squid.conf

Cari bagian cache_dir aufs /proxy 16000 37 256 . Perhatikan yang saya tandai merah dan biru. Untuk yang saya tandai merah, itu merupakan 80% dari ukuran total disk cache saya yang sebesar 20GB. Ini merupakan prinsip penggunaan disk cache yang baik. Sehingga disitu saya tulis 16000 (satuannya megabyte). Silahkan kalian ganti dengan 80% dari total ukuran disk cache kalian masing-masing.

Sedangkan untuk yang saya tandai biru, itu diperoleh dari rumus : ukuran 80% disk cache  dalam satuan byte/13/256/256 X 2.

Kira-kira cara menghitungnya seperti ini : 16000000/13/256/256 X 2 = 37.5. Dibulatkan saja menjadi 37.

Mengubah ukuran RAM

RAM yang saya gunakan pada artikel ini adalah 2GB. Jika kalian memiliki ukuran RAM yang berbeda dari saya, untuk mengubahnya kalian perlu mengedit file tune.conf :

# nano /etc/squid/tune.conf

Cari bagian ipcache_size 4096 lalu ganti angka 4096 dengan 2X ukuran RAM kalian dalam satuan Megabyte. Sebagai contoh, disitu tertulis 4096 karena hasil dari 2 X ukuran ram saya yaitu 2048.

Setelah itu cari lagi bagian fqdncache_size 2048 lalu ganti angka 2048 dengan ukuran RAM kalian dalam satuan Megabyte. Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.

Untuk script-script lainnya, bisa kalian pelajari sendiri dengan melihat semua file yang ada didalam direktori /etc/squid.

Testing

1. Sebelum kalian mengetes squid kalian, pertama-tama matikan terlebih dahulu service dari Squid3. Karena nanti akan bentrok dengan service milik Squid Lusca.

# service squid3 stop

2. Kemudian kalian harus membuat direktori-direktori untuk tempat penyimpanan cache didalam disk cache kalian dengan menggunakan perintah berikut :

# squid -f /etc/squid/squid.conf -z

3. Baru sekarang jalankan squidnya :

# squid -NDd1 &

Berhubung kita menjalankan squidnya pada mode background, maka setelah kalian menjalankan perintah diatas, kalian bisa tekan tombol Enter.

4. Lalu pastikan kalau squid sudah mampu menjalankan servicenya dengan file descriptor yang sudah kalian tentukan diawal, yaitu sebesar 65535 :

# squidclient mgr:info | grep 'file descri'
Maximum number of file descriptors: 65535
Available number of file descriptors: 65511

Reserved number of file descriptors: 100

5. Terakhir, pantau log file dari squid dengan perintah berikut :

# tail -f /var/log/squid/access.log | ccze



Membuat Autostart Squid

Agar service squid langsung berjalan setiap komputer menyala, maka kalian harus menambahkan script autostart baru pada direktori /etc/init.d :

# nano /etc/init.d/squid

Kopikan semua script yang ada di halaman inihttp://web.suffieldacademy.org/ils/netadmin/docs/software/squid/etc/init.d/squid kedalam file tersebut. Jika sudah simpan dan tutup filenya.

nb : file /etc/init.d/squid memang kosong. jadi jangan kaget ketika kalian mengetikkan perintah diatas, ternyata malah seperti membuat file baru.

Kemudian eksekusi dua perintah berikut untuk memberikan hak akses executable dan membuat file tersebut autostart setiap komputer dijalankan :

chmod 777 /etc/init.d/squid
update-rc.d squid defaults

Selanjutnya masukkan juga script berikut pada file /etc/rc.local untuk membuat squid3 tidak berjalan setiap komputer nyala. Kalau tidak, takutnya nanti bentrok antara squid3 dengan lusca.

nano /etc/rc.local

Masukkan script ini :

service squid3 stop

Simpan dan tutup file tersebut.

Memonitor Kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer

Apabila kita hanya melihat file log milik squid secara mentah, rasanya kita agak kurang paham dan kurang bisa melihat statistiknya secara lengkap. Oleh karena itu kita memerlukan tools tambahan agar kita bisa memantau file log squid dengan tampilan yang lebih user friendly. Kalian bisa membaca artikel milik saya tentang cara memonitor kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer disini.

Komentar Pribadi

Seluruh konfigurasi diatas sudah sering saya coba di beberapa PC dengan spek yang berbeda, seperti Intel Pentium 4, Dual Core, Core 2 Duo, sampai Intel Core i3 dan Intel Xeon. Untuk ngehit situs-situs HTTP dan game-game HTTP seperti game facebook dan friv.com sangat lancar. Untuk ngehit youtube pun lancar. Yang kurang adalah tidak seluruh update patch game online bisa ngehit (saya baru mencoba yang bisa terHIT hanya beberapa game gemscool saja, sedangkan untuk game online selain itu tidak bisa), serta tidak bisa ngehit speedtest. Sehingga ketika di test di speedtest, hanya bisa menampilkan angka yang sesuai dengan bandwidth asli.

Saya masih dalam tahap mengoprek-oprek lagi agar kekurangan yang saya alami diatas agar bisa segera teratasi.  Apabila ada diantara kalian yang mempunyai script yang lebih mantap dari milik saya, yang mungkin bisa ngehit semua patch game online dan speedtest monggo dishare saja dengan mengomentari artikel ini.

Semoga bermanfaat :)

UPDATED 22 JUNI 2014

Artikel ini bakalan sering saya update, jadi tolong dicek secara berkala jika kalian memang membuat proxy berdasarkan artikel ini.

SUMBER

HowTo: Configure Linux Virtual Local Area Network (VLAN)

How do I make above VLAN configuration permanent on a Debian or Ubuntu based system?

Edit the /etc/network/interfaces file, enter:
$ nano /etc/network/interfaces
Update configuration as follows:
## vlan for eth0 with ID - 303 on a Debian/Ubuntu Linux##
auto eth0.303
iface eth0.303 inet static
    address 10.0.12.1
        netmask 255.255.255.0
        network 10.0.12.0
        broadcast 10.0.12.255
        gateway 10.0.12.2
        # dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
        dns-nameservers 10.0.12.2
vlan-raw-device eth0

How do I make above VLAN configuration permanent on a Debian or Ubuntu based system?

Edit the /etc/network/interfaces file, enter: $ sudo vi /etc/network/interfaces Update configuration as follows:
## vlan for eth0 with ID - 5 on a Debian/Ubuntu Linux##
auto eth0.5
iface eth0.5 inet static
    address 192.168.1.200
    netmask 255.255.255.0
    vlan-raw-device eth0
 

Save and close the file.

instal 12.04 dan proxy lusca 2014

. Langkah pertama, kalian perlu menaikkan jumlah maksimal file descriptor yang bisa dibaca oleh sistem. Ini sangat diperlukan apabila ukuran cache kalian sudah diatas 100GB, karena semakin besar ukuran cache, maka semakin besar pula kebutuhan file descriptornya.

Untuk menaikkan file descriptor, eksekusi perintah berikut :

# nano /etc/security/limits.conf

Pada bagian paling bawah file tersebut tambahkan script ini :

root  -  nofile  65535

Setelah itu restart komputer :

# reboot

Setelah komputer direstart, pastikan bahwa efeknya sudah berjalan :

# ulimit -a | grep 'open files'
open files   (-n) 65535

4. Selanjutnya kita harus menambahkan modul ip_conntrack agar performa squid semakin baik :

# nano /etc/modules

Pada baris paling bawah tambahkan :

ip_conntrack

Simpan jika sudah.

5. Langkah berikutnya adalah menginstall paket-paket yang diperlukan untuk menginstall Lusca :

# apt-get update
# apt-get install apache2 php5 squid squidclient squid-cgi gcc build-essential sharutils ccze libzip-dev automake1.9 libfile-readbackwards-perl -y
# cd /tmp


6. Setelah itu download juga paket Luscanya :
# tar -xvzf LUSCA_HEAD-r14809.tar.gz
# cd LUSCA_HEAD-r14809

Patch Lusca Squid Anda










# tar -xvzf LUSCA_HEAD-r14809-YOUTUBE.PACTH.tar.gz
# patch -p0 < 3xx-loop.diff
# patch -p0 < async-issue.diff
# patch -p0 < http-gzip.diff
# patch -p0 < ignore-must-revalidate.diff
# patch -p0 < improve-nn-parser.diff
# patch -p0 < lusca-vary.diff
# patch -p0 < segmentation-fault.diff

# cat /proc/cpuinfo

Perhatikan bagian yang kira-kira ada seperti ininya :

processor : 0
vendor_id : GenuineIntel
cpu family : 6
model : 37
model name : Intel(R) Core(TM) i3 CPU       M 380  @ 2.53GHz

Setelah kalian mengetahui tipe prosesor kalian, baru cari CFLAGS nya dari web ini http://wiki.gentoo.org/wiki/Safe_CFLAGS atau web ini http://gentoo-en.vfose.ru/wiki/Safe_Cflags/Intel#Core_i7_and_Core_i5.2C_Xeon_55xx khusus untuk intel Xeon.

Dari situ kalian bisa dapatkan kode yang kira-kira seperti ini (yang ini merupakan CFLAGS untuk Processor Intel Core i3) :

CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-O2 -pipe -march=core2 -msse4 -mcx16 -mpopcnt -msahf -fomit-frame-pointer" CXXFLAGS="${CFLAGS}"

Silahkan kalian kopi, lalu simpan baik-baik. Kode ini akan kita perlukan untuk langkah selanjutnya.

9. Yuk kita mulai proses kompilnya :

# make clean
# CHOST="i686-pc-linux-gnu"

CFLAGS="-march=core2 -O2 -pipe -fomit-frame-pointer"
CXXFLAGS="${CFLAGS}" \
./configure -prefix=/usr -exec-prefix=/usr -bindir=/usr/sbin -sbindir=/usr/sbin \
-libexecdir=/usr/lib/squid -sysconfdir=/etc/squid -localstatedir=/var/spool/squid \
-datadir=/usr/share/squid --enable-gnuregex --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 \
--with-pthreads --with-aio --with-dl --enable-storeio=aufs,null \
--enable-removal-policies=heap --enable-icmp --enable-delay-pools --disable-wccp \
--enable-snmp --enable-cache-digests --enable-default-err-language=English \
--enable-err-languages=English --enable-linux-netfilter --disable-ident-lookups \
--with-maxfd=65535 --enable-follow-x-forwarded-for --enable-large-cache-files \
--with-large-files --enable-referer-log

# make
# make install

Jika tidak ada pesan error, maka sampai tahap ini squid lusca kalian sudah berhasil terinstall.

Cek Versi LUSCA dengan perintah :
squid -v
pastikan sudah berubah menjadi :

Squid Cache: Version LUSCA_HEAD-r14809


11. Buat juga direktori untuk penyimpanan file log dari si Squid :

# mkdir /var/log/squid

Jangan lupa ganti kepemilikannya menjadi milik user proxy dan grup proxy juga :

# chown -R proxy.proxy /var/log/squid

12. Untuk file-file konfigurasi milik squidnya, saya sudah menyiapkannya untuk kalian. File-file konfigurasi ini saya dapatkan dari trit ubuntu-indonesia.com juga. Silahkan didownload saja :


# cd /etc/init.d/
# nano /etc/init.d/squid

Kopikan semua script yang ada di halaman inihttp://web.suffieldacademy.org/ils/netadmin/docs/software/squid/etc/init.d/squid kedalam file tersebut. Jika sudah simpan dan tutup filenya.

nb : file /etc/init.d/squid memang kosong. jadi jangan kaget ketika kalian mengetikkan perintah diatas, ternyata malah seperti membuat file baru.

Kemudian eksekusi dua perintah berikut untuk memberikan hak akses executable dan membuat file tersebut autostart setiap komputer dijalankan :

# chmod 777 /etc/init.d/squid
# sudo chmod +x /etc/init.d/squid
# update-rc.d squid defaults

# echo "referer_log /var/log/squid/referer.log" >> /etc/squid/squid.conf
Selanjutnya masukkan juga script berikut pada file /etc/rc.local untuk membuat squid3 tidak berjalan setiap komputer nyala. Kalau tidak, takutnya nanti bentrok antara squid3 dengan lusca.

nano /etc/rc.local

Masukkan script ini :

service squid3 stop

Simpan dan tutup file tersebut.






# mkdir -p /usr/local/share/squid
# chmod 777 /usr/local/share/squid
# cd /usr/local/share/squid
# tar -xvzf almizone-youtube-supercache.tar.gz
sesuaikan namanya pada waktu menginstal ubuntu 





# chown proxy:proxy /cache1
# chmod 777 /cache1



# chown proxy:proxy /usr/local/share/squid/supercache.conf
# chmod 777 /usr/local/share/squid/supercache.conf



# chown proxy:proxy /usr/local/share/squid/supercache.pl
# chmod 777 /usr/local/share/squid/supercache.pl


# chmod +x /usr/local/share/squid/supercache.pl






# cd /etc/squid/
# mv squid.conf squid.conf.backup
Testing

1. Sebelum kalian mengetes squid kalian, pertama-tama matikan terlebih dahulu service dari Squid3. Karena nanti akan bentrok dengan service milik Squid Lusca.

# service squid3 stop





# squid -f /etc/squid/squid.conf -z
# sudo /etc/init.d/squid restart

# squid -NDd1 &


# tail -f /var/log/squid/access.log | ccze
# reboot

kalau kita chek di whatismyip dan liat hasilnya ,,,proxy aktif tapi client tidak tau kalau kita menggunakn squid
SAMPAI DISINI SQUID UDAH SELESAI TINGGAL SETING DI MIKROTIK NYA AJA.. 
kumpulan perintah perintah :
melihat hit proxy:    #tail -f /var/log/squid/access.log | ccze
                      #tail -f /var/log/squid/access.log |grep HIT
                      #tail -f /var/log/squid/cache.log
                      #ctrl+c untuk exit
mengganti ip address:#nano /etc/network/interfaces


mengganti dns server: 1. #touch /etc/resolv.conf
                      2. #nano /etc/resolv.conf

kemudian saya tambahin kata “nameserver 203.130.206.250 (tanpa tanda petik)

kemudian ctrl+o, kemudian ctrl+x, 

Testing

1. Sebelum kalian mengetes squid kalian, pertama-tama matikan terlebih dahulu service dari Squid3. Karena nanti akan bentrok dengan service milik Squid Lusca.

# service squid3 stop

2. Kemudian kalian harus membuat direktori-direktori untuk tempat penyimpanan cache didalam disk cache kalian dengan menggunakan perintah berikut :

# squid -f /etc/squid/squid.conf -z

3. Baru sekarang jalankan squidnya :

# squid -NDd1 &

Berhubung kita menjalankan squidnya pada mode background, maka setelah kalian menjalankan perintah diatas, kalian bisa tekan tombol Enter.

4. Lalu pastikan kalau squid sudah mampu menjalankan servicenya dengan file descriptor yang sudah kalian tentukan diawal, yaitu sebesar 65535 :

# squidclient mgr:info | grep 'file descri'
Maximum number of file descriptors: 65535
Available number of file descriptors: 65511

Reserved number of file descriptors: 100

5. Terakhir, pantau log file dari squid dengan perintah berikut :

# tail -f /var/log/squid/access.log | ccze

Memonitor Kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer

Apabila kita hanya melihat file log milik squid secara mentah, rasanya kita agak kurang paham dan kurang bisa melihat statistiknya secara lengkap. Oleh karena itu kita memerlukan tools tambahan agar kita bisa memantau file log squid dengan tampilan yang lebih user friendly. Kalian bisa membaca artikel milik saya tentang cara memonitor kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer disini.

Komentar Pribadi

Seluruh konfigurasi diatas sudah sering saya coba di beberapa PC dengan spek yang berbeda, seperti Intel Pentium 4, Dual Core, Core 2 Duo, sampai Intel Core i3 dan Intel Xeon. Untuk ngehit situs-situs HTTP dan game-game HTTP seperti game facebook dan friv.com sangat lancar. Untuk ngehit youtube pun lancar. Yang kurang adalah tidak seluruh update patch game online bisa ngehit (saya baru mencoba yang bisa terHIT hanya beberapa game gemscool saja, sedangkan untuk game online selain itu tidak bisa), serta tidak bisa ngehit speedtest. Sehingga ketika di test di speedtest, hanya bisa menampilkan angka yang sesuai dengan bandwidth asli.

Saya masih dalam tahap mengoprek-oprek lagi agar kekurangan yang saya alami diatas agar bisa segera teratasi.  Apabila ada diantara kalian yang mempunyai script yang lebih mantap dari milik saya, yang mungkin bisa ngehit semua patch game online dan speedtest monggo dishare saja dengan mengomentari artikel ini.

Semoga bermanfaat :)

UPDATED 15 JUNI 2014

Artikel ini bakalan sering saya update, jadi tolong dicek secara berkala jika kalian memang membuat proxy berdasarkan artikel ini.
FINISH